Pendidikan – Mengatasi Pengangguran SMK yang Baru Lulus

pendidikan
pendidikan

Data BPS menampilkan prosentase alumni SMK yang menganggur menempati urutan teratas dalam data pengangguran. Tiap tahun, SMK menjadikan alumni sekitar 1,4 juta orang.

Oleh karena itu, pemerintah berusaha untuk meningkatkan kompetensi alumni SMK, supaya produktivitas dan energi saing industri kekuatan kerja makin berkwalitas.

Baca juga : Saint Monica School Jakarta

Deputi Bidang Koordinasi Pengajaran dan Agama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Agus Sartono menyuarakan bahwa pemerintah semenjak tiga tahun terakhir konsentrasi pada upaya revitalisasi pengajaran vokasi.

Persoalannya, SMK mengalami kekurangan guru produktif sampai 100 ribu lebih. Guna menuntaskan itu, beragam upaya sudah dijalankan. Seumpama, mendukung para guru supaya mempunyai keahlian ganda.

Serta, mengirim guru untuk short course ke luar negeri. Kecuali itu juga mengundang expert bagus dari dalam ataupun luar negeri untuk melaksanakan training of trainers (TOT).

Saint Monica School Jakarta

”Jikalau sistem ini masih belum kapabel memenuhi keperluan guru produktif, karenanya dapat saja nanti mengambil dari alumni poltek. Artinya, selama belajar atau kuliah di poltek mahasiswa pasti telah meniru magang di industri. Nah, tinggal meniru PPG satu tahun,” beber Agus.

Upaya menarik ketertarikan alumni poltek perlu ada semacam ikatan dinas. Meski mereka yang meniru PPG dikasih beasiswa dengan perjanjian sesudah lulus akan menjadi guru produktif SMK.

St Monica School Jakarta

Langkah lainnya, dengan memanfaatkan silver expert atau eks pegawai swasta untuk mendidik. Pengalaman kerja mereka akan dihitung dan disetarakan dengan level tertentu. Jikalau keperluan di dalam negeri belum tercukupi, dapat saja LPTK penyelenggara PPG mengundang dosen tetamu untuk melaksanakan TOT.

”Dengan demikian jangan disalahartikan seolah-olah orang asing akan mendidik di Indonesia,” ujar Agus.

Ia mempertimbangkan guru dari luar negeri sifatnya cuma bantuan dari negara lain. Misalnya, Indonesia mendapatkan tawaran dari negara lain untuk revitalisasi vokasi, karenanya boleh meminta didatangkan guru dari luar negeri.

“Dari pada mengirim keluar negeri ribuan orang, akan jauh lebih efisien mendatangkan guru guna melaksanakan TOT. Padahal tentu tak segala bidang dapat dijalankan,” ungkap Agus.

Artikel terkait : St Monica School Jakarta

Leave a Reply